Humor

Guru dan Murid

Seorang murid yang dikenal nakal dan agak kurang ajar bertanya pada guru fisikanya yang dikenal sangat kejam.
Murid : “Pak, saya ada pertanyaan ….”
Guru : “Apa?”
Murid : “Sebuah lilin yang menyala ditutup dengan gelas, lilin tersebut mati. Hal itu membuktikan apa????”
Guru : “Tidak ada udara di dalam gelas.”
Murid : “Salah!”
Guru : “Lalu apa?”
Murid :”Membuktikan bahwa kita kurang kerjaan ….” (Astaghfirullah)…

mengapa aku tidak mendengarkan suara guru-guruku, dan tidak mengarahkan telingaku kepada pengajar-pengajarku? (Amsal 5:13)

Ujian Fisika

Profesor Fisika kami adalah salah satu orang yang sangat ramah.
Dia dapat menyelesaikan segala problem kehidupan dengan cara-cara yang praktis. Untuk alasan itulah, kami sangat menyayangi dan menyukainya, dan terkadang kami suka menjadikannya sebagai objek gurauan.
Suatu pagi, kami telah melumuri seluruh permukaan papan tulis dengan sabun. Lalu profesor itu datang dan memulai pelajarannya dengan menuliskan beberapa rumus matematika di papan tulis. Karena papannya licin, tentu saja kapur yang dipakainya selalu tergelincir tanpa meninggalkan bekas sama sekali.
Namun, tanpa merasa terganggu, profesor itu terus menuliskan simbol-simbol yang tidak terbaca itu. Sesudah selesai menuliskan rumus-rumus tersebut, profesor mengibaskan debu-debu kapur dari tangannya, mengambil tasnya dan mengumumkan sesuatu sebelum dia meninggalkan ruang kelas itu, “Besok pagi akan diadakan ujian tentang rumus-rumus yang kalian lihat di papan tulis hari ini!!??? (Rasaiiinn!!!,, Ckckck)…


Abang Saya

Di sebuah kelas seorang guru sedang mengajar Fisika………….
Guru : “Saya ada soal tolong dijawab anak-anak. Saat mudik lebaran Paijo mengedarai motor dari Jakarta ke Semarang yang berjarak 850 km dengan kecepatan 120 km/jam. Berapa lamakah waktu yang ditempuh Paijo tersebut untuk sampai di Semarang ? Dan jam berapakah Paijo sampai di Semarang jika dia berangkat dari Jakarta pukul 06.00 pagi ?”
Nanda : “Saya pak !”
Guru : “ Ya, Nanda…silakan “
Nanda : “(850/120)x60 menit = 425 menit atau 7 jam 1 menit
Bejo sampai Semarang pukul 06.00 + 7,1 jam = 13.01 ”
Guru : “ Ok, jawabannya saya tahan dulu, sekarang giliran kamu Andi..!”
Andi : “Ini berdasarkan pengalaman saya ya Pak, lama waktu yang ditempuh Paijo ya 11 jam 31 menit. Lha wong Paijo istirahat, makan, ke toilet, sholat sampai 2 kali @ 1 jam. Trus kena macet di Cikampek 1 jam, isi bensin 1 jam karena ngantri puanjang, belum lagi bannya bocor….nambal ban 1 kali 30 menit.. Sampai di Semarang ya jam 17.31 pak. Lha wong Paijo itu abang saya e pak…” (Huahahaaa….)

Mahasiswa

Seorang mahasiswa Fisika di interview untuk bekerja disuatu perusahaan
“Bagaimana cara mengukur tinggi suatu bangunan dengan barometer?”
“akh mudah saja. Naik ke bagian bangunan yang paling tinggi, ikat barometer dengan tali, ulur tali ke bawah. Panjang tali sama dengan tinggi bangunan.”
“Cara lain?”
“Ikat barometer dengan tali sepanjang 1 meter. Ayun didua tempat: didasar bangunan dan dipuncak bangunan. Ukur periode ayunan. Gunakan rumus ayunan, bandingkan gravitasi dikedua tempat. Hitung tinggi bangunan.”
“Terlalu sulit. Cara lain?”
“Letakkan barometer dekat dengan bangunan. Bandingkan ukuran bayangan barometer dan bayangan bangunan. Dari perbandingkan ini hitung tinggi bangunan.”
“Terlalu sederhana. Cara lain?”
“Jatuhkan barometer dari puncak gedung, catat waktunya. Dengan rumus gerak, kita bisa menghitung tinggi gedung.”
“Cara lain?”
(Mulai kesal) “Panggil penjaga gedung, katakan padanya bahwa barometer yang mahal itu akan kita berikan padanya jika penjaga itu mau memberitahu tinggi gedung.”
“Jangan ngaco ah.. cara lain?”
(Kesal) “ada satu cara lain, tapi butuh bantuan bapak”
“Baik saya bantu..”
“Bapak harus berdiri dibawah gedung. Saya akan menjatuhkan barometer yang berat ini dari puncak gedung. Minta istri Bapak untuk membaca koran besok. Dalam koran itu akan tertulis: ‘telah meninggal dunia akibat tertimpa barometer yang dijatuhkan dari ketinggian 418 meter’.”
“wah kurang ajar kamu yah… Kamu tidak lulus!” (Hahahaaaaaaa)………

3 Mahasiswa

Tiga orang mahasiswa masing-masing dari singapura, indonesia dan jerman kuliah di salah satu Universitas di Amrik. Seorang dosen bertanya pada pada tiga mahasiswa tersebut ” Jika sebuah garpu jatuh pada sebuah sumur yang dalam bagai mana kita bisa mengetahui kedalaman sumur tersebut “
mahasiswa jerman : ” Hitung aja pak pakai teori kec bunyi dan gerak jatuh bebas “
mahasiswa singapur : ” ulurkan aja tali dan kita bisa tahu dalamnya “
Mahasiswa indonesia : ” gitu aja kok repot, ngapain garpu satu aja kok diributin “ ( Xixixiiiiii……..)


Ayah dan Anak

Seorang anak SD sedang menonton TV yang kebetulan ada acara belajar fisika tentang frekuensi dari cahaya, setelah nonton anak itu bertanya pada bapaknya :
anak : ” pak dari warna-warna yang ada yang frekuensinya paling rendah apa ?”
bapak : ” Merah “
anak : ” kenapa yang meletus balon hijau “
bapak : ” ….. ????? “ (Oalaahhh Bingung… Hehee)

Satu Tanggapan

  1. terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s